9 Fakta dan Manfaat Akupresur

Penelitian terkait akupresur telah membuktikan banyak manfaat dari akupresur. Penelitian tersebut antara lain akupresur terhadap kanker, masalah pernapasan, masalah pencernaan, masalah kardiovaskular, masalah perkemihan, masalah neurologis, nyeri, dismenorhea, stress, insomnia dam gangguan tidur (Nazan and Sultan, 2016; Nithima et al., 2015; Abbott et al., 2014; Hyun Jing Song et al., 2014; Gianni et al., 2012; Kristina et al., 2010)

  1. Akupresur terhadap kelelahan berhubungan dengan kanker

Kelelahan berhubungan dengan kanker memiliki asosiasi dengan berbagai komorbiditas, antara lain nyeri, mual, muntah,dyspnea, nafsu makan yang buruk, ansietas daan depresi. Wei-man Ling et al. (2014) membandingkan akupuntur dan akupresur dengan review sistematik. Hasil yang didapatkan titik akupoin yaitu ST36, SP6 dan KI3, hasil yang maksimal dilakukan minimal selama 4 minggu perlakuan, dan self-acupressure secara setiap hari lebih diterima oleh pasien. Akupuntur dan akupresur efektif untuk mengatasi kelelahan terkait dengan kanker dengan pemilihan akupoin dan intervensi yang adekuat (Wei-man Ling et al., 2014)

  1. Akupresur terhadap masalah pernapasan

Maa et al. (2007) membandingkan akupresur dengan perawatan standar, akupresur palsu dengan perawatan standard an perawatan standar saja pada 35 pasien yang mengalami bronkiektasis. Akupresur dilakukan pada Zhongfu (LU1), Chize (LU5), Yuji (LU10), Fenglong (ST40) dan Zusanli (ST36). Akpresur palsu dilakukan dengan menekan titik yang mendekati akupoin, dan perawatan standar termasuk medikasi oral dan fisioterapi dada. Hasil luaran diukur dengan Saint George Respiratory Questionnaire (SGRQ) menunjukkan hasil yang signifikan akupresur dengan perawatan standar dibandingkan dengan hanya perawatan standar (p=0.01). Tidak ada perbedaan yang signifikan antara akupresur palsu dengan perawatan standar dibandingkan dengan perawatan standar saja.

  1. Akupresur terhadap masalah pencernaan

Abbott et al. (2014) mengidentifikasi pengaruh self-acupressure terhadap konstipasi. Partisipan yang didapatkan sebanyak 91 orang yang dibagi menjadi kelompok control dan perlakuan yang masing-masing berjumlah 46 perlakuan dan 45 kontrol. Kelompok perlakuan dilakukan self-acupressure dan perawatan standar selama 4 minggu sedangkan kelompok control hanya perawatan standar saja. Hasil yang didapat menunjukkan selama 1 bulan perlakuan self-acupressure dan perawatan standar selama 4 minggu dibandingkan hanya perawatan standar lebih efektif meningkatkan konstipasi berhubungan dengan kualitas hidup, fungsi dan kesehatan usus, dan kesejahteraan pada pasien dengan konstipasi

  1. Akupresur terhadap masalah kardiovaskular

Kristina dan Theresa (2010) mengidentifikasi efek akupresur Jin Shin pada fungsi kardiovaskular pada penderita yang mengalami stroke. Perlakuan diberikan selama 8 minggu kepada 16 partisipan yang dibagi dalam kelompok akupresur dan placebo. Hasil yang didapatkan akupresur signifikan menurunkan heart rate dibandingkan dengan kelompok placebo. Aktif akupresur membantu mengurangi heart rate secara signifikan dibandingkan dengan placebo selama perlakuan. Tidak ditemukan efek penurunan tekanan darah dalam penelitian ini, hal ini berhubungan dengan 67% partisipan melakukan medikasi antihipertensi selama penelitian.

  1. Akupresur terhadap masalah perkemihan

Nazan dan Sultan (2016) melakukan penelitian akupresur dan transkutaneus electrical akupoin stimulasi (TEAS) pada pasien dengan uremic pruritus yang menjalani hemodialisa rutin. Akupresur diberikan sebanyak 3x seminggu selama 4 minggu pada LI-11 di bagian lengan. Total 75 pasien yang berpartisipasi dalam penelitian ini. Hasil yang didapatkan, mengindikasikan kelompok yang mendapatkan akupresur dan TEAS signifikan mengurangi rasa ketidaknyamanan dari uremic pruritus dibandingkan dengan kelompok control. Namun, tidak ada hasil yang menunjukkan perbedaan yang signifikan antara akupresur dan TEAS. Hasil penelitian ini menunjukkan akupresur dan TEAS efektif untuk mengurangi uremic pruritus.

  1. Akupresur terhadap masalah neurologis

Gianni et al. (2012) melakukan penelitian akupresur dalam mengontrol migraine yang berhubungnan dengan mual. Partisipan sebanyak 40 wanita yang mengalami migraine. Kelompok perlakuan menggunakan alat gelang Sea-Band yang secara otomatis dan kontinu memberikan penekanan pada titik akupoin Neiguan PC6, sedangkan pada kelompok control tanpa alat gelang Sea-Band. Intensitas mual diukur dengan onset 30, 60, 120 dan 240 menit dengan skala 0-10. Hasil yang didapat signifikan terdapat perbedaan antara kelompok perlakuan dan control. Pada kelompok perlakuan partisipan melaporkan 50% penurunan mual dibandingkan kelompok control.

  1. Akupresur terhadap nyeri

Nithima et al. (2015) dalam penelitiannya pengaruh backrest akupresur terhadap nyeri dan disabilitas pada pekerja kantor yang mengalami Low Back Pain (LBP) kronis. Partisipan sebanyak 64 orang yang mengalami nyeri dan disabilitas LBP kemudian dibagi menjadi kelompok perlakuan dan control yang masing-masing berjumlah 32 orang. Pada kelompok perlakuan menggunakan alat backrest akupresur yang menekan titik UB23 dan UB25 selama 1 bulan dan di follow-up hingga 3 bulan. Hasil yang didapat menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan dan control pada minggu ke-2 untuk disabilitas dan minggu ke-4 untuk nyeri. Hal ini menunjukkan backrest akupresur meningkatkan kondisi pada penderita LBP.

  1. Akupresur terhadap dismenohea

Nam Hyun Cha, & Sohyune R. Sok (2016) memeriksa pengaruh terapi akupresur auricular terhadap dysmenorrhea primer pada siswa remaja di Korea Selatan. Responden yang digunakan sebanak 91 orang yang dibagi menjadi 45 partisipan perlakuan dan 46 partisipan control. Terapi akupresur aurikularis termasuk jarum akupresur auricular pada pita kertas kulit ditempelkan pada telinga selama 3 hari selama periode dismenore primer ekstrim. Aupoin terdiri dari Jagung, Sinmun, Gyogam, dan Naebunbi. Pada kelompok perlakuan hanya menempelkan pita kertas kulit tanpa jarum akupresur auricular. Hasil dari Menstrual Distress Questionnaire menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Terapi akupresur auricular menurunkkan nyeri perut, nyeri punggung dan dysmenorrhea primer pada siswa remaja di Korea Selatan.

  1. Akupresur terhadap stress

Honda et al. (2012) mempelajari perbedaan antara intervensi akupresur dan tanpa intervensi pada 24 mahasiswa. Akupresur dilakukan pada Wangu (GB12), Tiangrang (SI17), dan Futu (LI18) pada kiri dan kanan leher selama 5 detik. Hasil pengukur stress untuk versi Bahasa Jepang Rhode Island Stress dan Coping Inventory (J-RISCI) mendapatkan penurunan yang signifikan pada kelompok akupresur dibandingkan dengan kelompok control setelah 2 minggu (p<0.05).

Daftar Pustaka

Abbott, R., Ayres, I., Hui, E. et al. 2014. Effect of Perineal Self-Acupressure on Constipation: A Randomized Controlled Trial. Journal of General Internal Medicine, 30 (4): 434–439

Gianni Allais, Sara Rolando, Ilaria Castagnoli Gabellari, Chiara Burzio, Gisella Airola, Paola Borgogno, Paola Schiapparelli, Rita Allais, Chiara Benedetto. 2012. Acupressure in the control of migraine-associated nausea. Neurol Sci, 33 (Suppl 1): S207–S210

Hyun Jin Song, Hyun-Ju Seo, Heeyoung Lee, Heejeong Son, Sun Mi Choi, Sanghun Lee. 2014. Effect of self-acupressure for symptom management: A systematic review. Complementary Therapies in Medicine, 23: 68-78

Honda Y, Tsuda A, Horiuchi S. 2012. Effect of a four-week self-administered acupressure intervention on perceived stress overthe past month. Open J Med Psychol, 1 :20-4

Kristina L. McFadden, Theresa D. Hernández. 2010. Cardiovascular benefits of acupressure (Jin Shin) following stroke. Complementary Therapies in Medicine, 18: 42—48

Maa SH, Tsou TS, Wang KY, Wang CH, Lin HC, Huang YH. 2007. Self-administered acupressure reduces the symptoms that limit dailyactivities in bronchiectasis patients: pilot study findings. J ClinNurs, 16:794-804

Nam Hyun Cha, & Sohyune R. Sok. 2016. Effects of Auricular Acupressure Therapy on Primary Dysmenorrhea for Female High School Students in South Korea. Journal of Nursing Scholarship, 48 (5), 508–516

Nazan Kılıç Akça, Sultan Taşcı. 2016. Acupressure and Transcutaneous Electrical Acupoint Stimulation for Improving Uremic Pruritus: A Randomized, Controlled Trial. Alternative Therapies, 22 (3): 18-24

Nithima Purepong, Sirinant Channak, Sujitra Boonyong, Premtip Thaveeratitham, Prawit Janwantanakul. 2015. The effect of an acupressure backrest onpain and disability in office workers with chronic low back pain: A randomized, controlled study and patients’ preferences. Complementary Therapies in Medicine, 23: 347—355

Wai-man Ling, Liza Y.Y. Lui, Winnie K.W. So and Kuen Chan. 2014. Effects of Acupuncture and Acupressure on Cancer-Related Fatigue: A Systematic Review. Oncology Nursing Forum, 41 (6): 581-592

This entry was posted in Kesehatan and tagged , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to 9 Fakta dan Manfaat Akupresur

  1. menk says:

    Ringkas, jelas, dan berdasarkan penelitian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comments Protected by WP-SpamShield Spam Blocker