Ontologi Keilmuan Keperawatan Manajemen

Keperawatan berasal dari kata rawat yang berarti urus, keperawatan secara harfiah artinya perihal cara merawat orang sakit. Secara istilah Nightingale mengungkapkan keperawatan adalah suatu proses menempatkan klien dalam kondisi paling baik untuk beraktivitas (Jarrin, 2007). Bruce Rietze dan Lim (2014) mengungkapkan keperawatan secara ontology menjelaskan tentang sifat keperawatan, kepribadian, lingkungan, kesehatan dan penyakit. Kitson, Robertson-Malt, & Conroy (2013) menjabarkan 4 landasan keperawatan menjadi model keperawatan mendasar yang terdiri dari: 1) keamanan, pencegahan dan pengobatan, 2) komunikasi dan edukasi, 3) respirasi, 4) makan dan minum, 5) eliminasi, 6) kebersihan diri dan pakaian, 7) control suhu, 8) istirahat dan tidur, 9) kenyamanan, 10) kemuliaan, 11) privasi, 12) menghormati pilihan, 13) mobilitas, 14) sexualitas.

Dalam melakukan kegiatan keperawatan, diperlukan system yang terintegrasi dari tingkat atas (Pemerintah, Kepala Rumah Sakit) hingga ke bawah (perawat dan klien). Sistem ini yang menciptakan terbentuknya keperawatan manajemen. Secara harfiah keperawatan manajemen terdiri dari 2 kata, yaitu keperawatan dan manajemen. Keperawatan yang berarti suatu proses menempatkan klien dalam kondisi paling baik untuk beraktivitas dan manajemen berarti penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran, berdasarkan hal tersebut keperawatan manajemen dapat diartikan penggunaan sumber daya dalam meningkatkan status klien dalam kondisi terbaik.

Benner (1984) mengungkapkan “menciptakan iklim untuk membangun komitmen untuk penyembuhan” dan Watson (1985) “humanistik, sistem altruistik nilai” (Kitson, Athlin dan Conroy 2014). Hubungan ini berdasarkan komitmen perawat dalam memberikan pelayanan kepada klien serta orang disekitarnya. Hal tersebut menjadi dasar keperawatan manajemen. Nightingale menyebutkan manajemen keperawatan diperlukan untuk menjaga kualitas perawatan kepada pasien (Wildman dan Hewison, 2009). Fundamental manajemen keperawatan terdiri dari 1) kepemimpinan, 2) organisasi, 3) model manajemen 4) kebijakan dan program, 5) model keperawatan professional, 6) kualitas perawatan, 7) peningkatan kualitas, 8) konsultasi dan sumber daya, 9) otonomi, 10) komunitas dan rumah sakit, 11) perawat sebagai pendidik, 12) gambaran perawat, 13) hubungan interdisplin dan 14) pengembangan professional (Tomey, 2009).

Daftar Pustaka

Bruce, A., Rietze, L., dan  Lim, A. 2014. Understanding Philosophy in a Nurse’s World: What, Where and Why?. Nursing and Health, 2 (3): 65-71

Jarrin, O.F. 2007. An Integral Philosophy and Definition of Nursing. Journal of Integral Theory and Practice 2 (4): 79-101

Kitson, A., Athlin, A., Conroy, T. 2014. Anything but Basic: Nursing’s Challenge in Meeting Patients’Fundamental Care Needs. Nursing Scholarship, 46 (5): 331-339

Kitson, A., Robertson-Malt, S., & Conroy T. 2013. Identifying the fundamentals of care within Cochrane Systematic Reviews: The role of the Cochrane Nursing Care Field Fundamentals of Care Node. International Journal of Nursing Practice, 19(2), 109–115.

Tomey, A.M. 2009. Nursing leadership and management effects work environments. Journal of Nursing Management 17, 15–25

Wildman, S., dan Hewison, A. 2009. Rediscovering a History of Nursing Management: From Nightingale to The Modern Matron. International Journal of Nursing Studies, 46(12): 1650-1661

This entry was posted in Manajemen and tagged , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Ontologi Keilmuan Keperawatan Manajemen

  1. بسیار ممنونم از مطلب خوب شما

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comments Protected by WP-SpamShield Spam Blocker